Mas Kawin Mahar Pernikahan Dalam Islam

By | December 7, 2016

mahar pernikahan dalam islam

Mas Kawin Mahar Pernikahan Dalam Islam

Mas kawin atau Mahar pernikahan dalam islam sangatlah penting, karena mahar pernikahan adalah pemberian pria kepada wanita dengan berupa suatu harta maupun  barang lainnya sebagai salah satu syarat wajib sah dari prosesi pernikahan, Di zaman Rasulullah, para sahabat selalu ditanya Rasulullah tentang apa mahar yang akan diberikannya kepada mempelai perempuan, karena begitu pentingnya mahar dalam pernikahan.

Mahar Pernikahan mempunyai nilai hikmah yang sangat mendalam, karena pemberian mahar kepada calon pasangan adalah simbol penghormatan / memuliakan sang calon istri. pemberian mahar harus dilakukan dengan hati yang ikhlas dengan landasan cinta yang suci beserta niat mengagungkan / memuliakan kedudukan wanita calon istri.

Dahulu mahar hanya dihias seadanya dengan bentuk yang sederhana, akan tetapi seiring perkembangan zaman, mahar kini hadir dengan berbagai kreasi desain bentuknya, mulai dari mahar kaligrafi, mahar wayang, mahar koin, mahar scrapbook, hingga mahar 4D bentuk masjid.

Di beberapa wilayah dengan kebudayaanya masing-masing, orang tua mempelai wanita ikut dalam penentuan mahar, bahkan sampai ada kejadian batalnya pernikahan karena sang laki-laki tidak kuat menyanggupi syarat tersebut.

Walaupun mempelai wanita beserta keluarga memiliki hak, akan tetapi akan lebih baik lagi bilamana penetapan mahar kepada sang laki-laki tidak memberatkannya sehingga tidak menghalanginya dalam menikahi calon istrinya, dengan demikian akan meringankan beban sang pria dalam menikahinnya.

Rasulullah saw bersabda: “Wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling ringan mas kawinnya” (HR. Hakim dan Baihaki).

Pada dasarnya, sang mempelai pria pasti ingin memberikan mahar / mas kawin yang terbaik untuk wanita yang akan menjadi istrinya. Namun jika kondisi ekonomi tidak mendukung, maka sang wanita dianjurkan tidak memaksakan syarat mahar yang terlalu berat tersebut . Bahkan jika pria tidak memiliki biaya untuk membayar mahar, maka maka ia boleh membayar mahar dengan mengajarkan ayat Al-Qur’an yang dihafalnya. karena pada dasarnya kemuliaan suatu mahar yang diberikan kepada sang wanita tidak dilihat dari besarnya jumlah atau mahalnya nilai barang yang akan dijadikan mahar pernikahan, akan tetapi ketulusan dalam pemberian mahar kepada sang wanitalah yang menjadi nilai kemuliaan dalam mahar pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *